Sabtu, 26 Juli 2014

HIKMAH DARI KISAH NABI YUSUF AS (Masa Kanak-kanak Hingga Remaja)



Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk. Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al Quran ini kepadamu, dan sesungguhnya kamu sebelum (Kami mewahyukan) nya adalah termasuk orang-orang yang belum mengetahui. (Q.S. Yusuf:3)

Nabi Yusuf AS adalah putra dari Nabi Yakub As. Nabi Yaqub As dalah putra dari Nabi Ishaq As dan cucu dari nabi Ibrahim As. Nabi Yaqub memilki 4 Istri. Dari pernikahannya dengan Zulfa lahirlah Jad dan Ashir. Dari pernikahannya dengan Liya lahirlah Lavi, Yahuda, Yasahir, Sham’un, Rubin, dan Zabulun. Dari pernikahannya dengan Bilhah lahirlah Da’n dan Nuftali. Dan dari pernikahannya dengan Rahil lahirlah Yusuf dan Benyamin.
Nabi Yusuf As lahir di tanah Fadan. Kondisi tanah Fadan saat itu dalam kemusyrikan dimana masyarakatnya menyembah berhala. Nabi Yusuf As lahir bersamaan dengan terbakarnya kuil pemujaan berhala di tanah Fadan. Yusuf kecil tumbuh menjadi anak yang tampan dan cerdas. Keimanan yang dimilikinya inilah yang membuat Nabi Yaqub As sangat menyayanginya.
Ibunda Nabi Yusuf As Rahil meninggal dunia saat melahirkan Benyamin. Jadilah Nabi Yusuf sebagai anak piatu. Dalam usia yang begitu muda beliau sudah kehilangan kasih sayang seorang ibi. Namun keimanannya dari pengajaran Ayahnya ia senantiasa bersabar dan tidak bersedih hati. Sampai suati hari Nabi Yusuf As bermimpi.
(Ingatlah), ketika Yusuf berkata kepada ayahnya: "Wahai ayahku, sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku." Ayahnya berkata: "Hai anakku, janganlah kamu ceritakan mimpimu itu kepada saudara-saudaramu, maka mereka membuat makar (untuk membinasakan) mu. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia." (Q.S. Yusuf:3- 4)

Inilah ujian pertama yang harus dilewati oleh Nabi Yusuf As. Menghadapi kedengkian dari kakak-kakaknya. Walaupun demikian Nabi Yusuf As sangat menyayangi mereka. Bahkan diantara mereka ada yang berniat membunuh, namun daiantara mereka juga menolaknya karena apakah pantas seorang anak Nabi yang terhormat membunuh saudaranya sendiri.

Seorang diantara mereka berkata: "Janganlah kamu bunuh Yusuf, tetapi masukkanlah dia ke dasar sumur supaya dia dipungut oleh beberapa orang musafir, jika kamu hendak berbuat." (Q.S. Yusuf : 10)

Nabi Yusuf As pun diajak kakak-kakaknya bermain, namun tiba di sautu tempat mereka menyakiti dan melepas baju Nabi Yusuf As dan Nabi Yusuf As di masukkan ke dalam sumur. Lalu kakak-kakak Nabi Yusuf As menyembelih kambing dan menumpahkan darahnya di pekaian Yusuf yang mereka ambil. Mereka pulang dengan berpura-pura menangis mengatakan Yusuf dimakan serigala dan pakaian ini yang tersisa. Ada keraguan di hati Nabi Yaqub As karena pakaian Yusuf yang berlumur darah tidak terkoyak sama sekali.
Dalam sabarnya Nabi Yusuf As menanti ada yang mengeluarkannya dari sumur dan hari itupun tiba. Sekelompok musafir yang sedang mencari air menemukan Yusuf di dalam sumur.

Kemudian datanglah kelompok orang-orang musafir, lalu mereka menyuruh seorang pengambil air, maka dia menurunkan timbanya, dia berkata: "Oh; kabar gembira, ini seorang anak muda!" Kemudian mereka menyembunyikan dia sebagai barang dagangan. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.(Q.S. Yusuf:19)

Nabi Yusuf dibawa oleh musafir itu ke sebuah negeri yang belum pernah di datangi olehnya. Negeri itu adalah Mesir. Peradaban tertua dan bersejarah. Nabi Yusuf dijual oleh musafir itu kepada seorang bangsawan Mesir. Lebih tepatnya adalah bendaharawan mesir. Nabi Yusuf dibeli sebagai budak lalu di bawa ke istana. Namun keadaannya berubah. Bendaharawan mesir itu kagum dengan kepandaian Nabi Yusuf As dan mengangkatnya sebagai anak. Nabi Yusuf As tinggal di istana dan banyak belajar tentang sejarah, peradaban, pemerintahan, dan ekonomi negeri mesir. Sungguh karunia Allah kepada Nabi Yusuf As yang begitu besar tidak membuat Nabi Yusuf lalai atas kewajibannya kepada Allah. Dimana rakyat mesir menyembah dewa-dewa mesir, Nabi yusuf As dalam keheningan malam bangun untuk bermunajat kepada Allah SWT.
Mari kita mengambil hikmah dari kisah ini.
1.      Mimpi Nabi Yusuf As Menunjukkan visi akan masa depannya ia akan menjadi orang terhormat selain itu sebagai tanda kenabiannya. Kita sebagai orang biasa bisa memahami mimpi sebagai visi atau tujuan hidup kita. Pernahkah kita bermimpi besar? Ataukah kita hanya bermimpi yang sederhana? Ataukah kita tidak punya impian sama sekali. Visi yang besar tentunya akan sulit dicapai dan melalui ujian yang berat. Maka mari kita mantapkan visi kita, untuk apa kita ada di dunia ini, dan untuk siapa kita ada di dunia ini. Alangkah sedihnya jika ada orang yang hidupnya di dunia hanya untuk dirinya sendiri.
2.      Ketika kita berbuat baik bukan berarti semua orang akan menyukai kita. Ketika kita berbuat baik ada saja kedengkian pada diri orang lain yang mengatakan “sok cari muka”. Ikhlaskan hati. Jangan sampai kita berhenti beramal karena perasaan negatif orang lain. Dan yang paling harus dijaga adalah jangan sampai kita yang malah dengki pada kebaikan orang lain.
3.      Sabar ketika dizolimi. Siapa bilang orang baik itu aman dari kezoliman. Justru inilah ujian bagi orang yang beriman untuk mengukur sampai dimana tingkat kesabarannya. Semoga kita bisa menjadi orang yang sabar ketika dizolimi dan tidak membalas ketika dizolimi.
4.      Tidak berputus asa ketika mendapat kesulitan. Sebagaimana Nabi Yusuf As tidak berputus asa dalam gelapnya sumur. Ia yakin akan pertolongan Allah dan focus memikirkan bagaimana cara keluar dari sumur. Tokoh Nasional Ustadz Anis Matta, Lc pernah mengatakan dalam orasinya “Jika saat ini kita berada dalam sumur lalu semua orang melihat membicarakan jatuhnya kita dari sumur. Apakah kita stress memikirkan apa yang dibicarakan orang-orang ataukah kita berpikir bagaimana kita keluar dari sumur. Percayalah jika kita fokus dan berhasil keluar dari sumur maka orang-orang tidak akan menanyakan bagaimana kita bisa jatuh ke dalam sumur tetapi apa yang menyemangati dan bagaimana kita bisa keluar dari sumur.”
5.      Sabar ketika kita tidak dalam kondisi leluasa. Sebagaimana tidak leluasanya Nabi Yusuf As dijadikan budak yang akan dijual di negeri mesir. Siapakah di dunia ini yang ingin diperbudak. Tentunya tidak ada. Bersabarlah dalam kondisi ini karena Allah berfirman :

Karena sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan, Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan” (Q.S. Al Insyiroh:5-6)

Dan benarlah janji Allah. Nabi Yusuf tidak diperbudak oleh bendaharawan mesir itu justru diangkat sebagai anak dan tinggal di istana.
Sungguh kisah Nabi Yusuf As masih panjang dan masih banyak pelajaran dan hikmah yang bisa kita ambil. Berdoa dan bersabar. Jangan sampai kita menjadi lemah karena ujian karena ujian yang kita hadapi akan mengangkat derajat kita sebagaimana diangkatnya derajatnya Nabi Yusuf As. Bahkan kisahnya oleh Allah dikatakan kisah yang terbaik untuk kita ambil pelajarannya. Semoga Allah senantiasa memberikan petunjuk kepada kita semua. Wallahu ‘alam bish Shawwab.


Penulis adalah Staf Administrasi
Subbag Umum dan Kepegawaian 
STAIN Al-Fatah Jayapura

Tidak ada komentar:

Posting Komentar