Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.
Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Kami
menceritakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al Quran ini
kepadamu, dan sesungguhnya kamu sebelum (Kami mewahyukan) nya adalah termasuk
orang-orang yang belum mengetahui. (Q.S. Yusuf:3)
Nabi Yusuf AS
adalah putra dari Nabi Yakub As. Nabi Yaqub As dalah putra dari Nabi Ishaq As
dan cucu dari nabi Ibrahim As. Nabi Yaqub memilki 4 Istri. Dari pernikahannya
dengan Zulfa lahirlah Jad dan Ashir. Dari pernikahannya dengan Liya lahirlah
Lavi, Yahuda, Yasahir, Sham’un, Rubin, dan Zabulun. Dari pernikahannya dengan
Bilhah lahirlah Da’n dan Nuftali. Dan dari pernikahannya dengan Rahil lahirlah
Yusuf dan Benyamin.
Nabi Yusuf As
lahir di tanah Fadan. Kondisi tanah Fadan saat itu dalam kemusyrikan dimana
masyarakatnya menyembah berhala. Nabi Yusuf As lahir bersamaan dengan
terbakarnya kuil pemujaan berhala di tanah Fadan. Yusuf kecil tumbuh menjadi
anak yang tampan dan cerdas. Keimanan yang dimilikinya inilah yang membuat Nabi
Yaqub As sangat menyayanginya.
Ibunda Nabi
Yusuf As Rahil meninggal dunia saat melahirkan Benyamin. Jadilah Nabi Yusuf
sebagai anak piatu. Dalam usia yang begitu muda beliau sudah kehilangan kasih
sayang seorang ibi. Namun keimanannya dari pengajaran Ayahnya ia senantiasa
bersabar dan tidak bersedih hati. Sampai suati hari Nabi Yusuf As bermimpi.
(Ingatlah),
ketika Yusuf berkata kepada ayahnya: "Wahai ayahku, sesungguhnya aku
bermimpi melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud
kepadaku." Ayahnya berkata: "Hai anakku, janganlah kamu ceritakan
mimpimu itu kepada saudara-saudaramu, maka mereka membuat makar (untuk
membinasakan) mu. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi
manusia." (Q.S.
Yusuf:3- 4)
Inilah ujian
pertama yang harus dilewati oleh Nabi Yusuf As. Menghadapi kedengkian dari kakak-kakaknya.
Walaupun demikian Nabi Yusuf As sangat menyayangi mereka. Bahkan diantara
mereka ada yang berniat membunuh, namun daiantara mereka juga menolaknya karena
apakah pantas seorang anak Nabi yang terhormat membunuh saudaranya sendiri.
Seorang
diantara mereka berkata: "Janganlah kamu bunuh Yusuf, tetapi masukkanlah
dia ke dasar sumur supaya dia dipungut oleh beberapa orang musafir, jika kamu
hendak berbuat." (Q.S.
Yusuf : 10)
Nabi Yusuf As
pun diajak kakak-kakaknya bermain, namun tiba di sautu tempat mereka menyakiti
dan melepas baju Nabi Yusuf As dan Nabi Yusuf As di masukkan ke dalam sumur. Lalu
kakak-kakak Nabi Yusuf As menyembelih kambing dan menumpahkan darahnya di
pekaian Yusuf yang mereka ambil. Mereka pulang dengan berpura-pura menangis
mengatakan Yusuf dimakan serigala dan pakaian ini yang tersisa. Ada keraguan di
hati Nabi Yaqub As karena pakaian Yusuf yang berlumur darah tidak terkoyak sama
sekali.
Dalam sabarnya
Nabi Yusuf As menanti ada yang mengeluarkannya dari sumur dan hari itupun tiba.
Sekelompok musafir yang sedang mencari air menemukan Yusuf di dalam sumur.
Kemudian
datanglah kelompok orang-orang musafir, lalu mereka menyuruh seorang pengambil
air, maka dia menurunkan timbanya, dia berkata: "Oh; kabar gembira, ini
seorang anak muda!" Kemudian mereka menyembunyikan dia sebagai barang
dagangan. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.(Q.S. Yusuf:19)
Nabi Yusuf
dibawa oleh musafir itu ke sebuah negeri yang belum pernah di datangi olehnya.
Negeri itu adalah Mesir. Peradaban tertua dan bersejarah. Nabi Yusuf dijual
oleh musafir itu kepada seorang bangsawan Mesir. Lebih tepatnya adalah
bendaharawan mesir. Nabi Yusuf dibeli sebagai budak lalu di bawa ke istana.
Namun keadaannya berubah. Bendaharawan mesir itu kagum dengan kepandaian Nabi
Yusuf As dan mengangkatnya sebagai anak. Nabi Yusuf As tinggal di istana dan
banyak belajar tentang sejarah, peradaban, pemerintahan, dan ekonomi negeri
mesir. Sungguh karunia Allah kepada Nabi Yusuf As yang begitu besar tidak
membuat Nabi Yusuf lalai atas kewajibannya kepada Allah. Dimana rakyat mesir
menyembah dewa-dewa mesir, Nabi yusuf As dalam keheningan malam bangun untuk
bermunajat kepada Allah SWT.
Mari kita
mengambil hikmah dari kisah ini.
1.
Mimpi
Nabi Yusuf As Menunjukkan visi akan masa depannya ia akan menjadi orang
terhormat selain itu sebagai tanda kenabiannya. Kita sebagai orang biasa bisa
memahami mimpi sebagai visi atau tujuan hidup kita. Pernahkah kita bermimpi
besar? Ataukah kita hanya bermimpi yang sederhana? Ataukah kita tidak punya
impian sama sekali. Visi yang besar tentunya akan sulit dicapai dan melalui
ujian yang berat. Maka mari kita mantapkan visi kita, untuk apa kita ada di
dunia ini, dan untuk siapa kita ada di dunia ini. Alangkah sedihnya jika ada
orang yang hidupnya di dunia hanya untuk dirinya sendiri.
2.
Ketika
kita berbuat baik bukan berarti semua orang akan menyukai kita. Ketika kita
berbuat baik ada saja kedengkian pada diri orang lain yang mengatakan “sok cari
muka”. Ikhlaskan hati. Jangan sampai kita berhenti beramal karena perasaan negatif
orang lain. Dan yang paling harus dijaga adalah jangan sampai kita yang malah
dengki pada kebaikan orang lain.
3.
Sabar
ketika dizolimi. Siapa bilang orang baik itu aman dari kezoliman. Justru inilah
ujian bagi orang yang beriman untuk mengukur sampai dimana tingkat
kesabarannya. Semoga kita bisa menjadi orang yang sabar ketika dizolimi dan
tidak membalas ketika dizolimi.
4.
Tidak
berputus asa ketika mendapat kesulitan. Sebagaimana Nabi Yusuf As tidak
berputus asa dalam gelapnya sumur. Ia yakin akan pertolongan Allah dan focus
memikirkan bagaimana cara keluar dari sumur. Tokoh Nasional Ustadz Anis Matta,
Lc pernah mengatakan dalam orasinya “Jika saat ini kita berada dalam sumur lalu
semua orang melihat membicarakan jatuhnya kita dari sumur. Apakah kita stress
memikirkan apa yang dibicarakan orang-orang ataukah kita berpikir bagaimana
kita keluar dari sumur. Percayalah jika kita fokus dan berhasil keluar dari
sumur maka orang-orang tidak akan menanyakan bagaimana kita bisa jatuh ke dalam
sumur tetapi apa yang menyemangati dan bagaimana kita bisa keluar dari sumur.”
5.
Sabar
ketika kita tidak dalam kondisi leluasa. Sebagaimana tidak leluasanya Nabi
Yusuf As dijadikan budak yang akan dijual di negeri mesir. Siapakah di dunia
ini yang ingin diperbudak. Tentunya tidak ada. Bersabarlah dalam kondisi ini
karena Allah berfirman :
“Karena
sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan, Sesungguhnya sesudah kesulitan
itu ada kemudahan” (Q.S. Al Insyiroh:5-6)
Dan benarlah
janji Allah. Nabi Yusuf tidak diperbudak oleh bendaharawan mesir itu justru
diangkat sebagai anak dan tinggal di istana.
Sungguh kisah Nabi Yusuf As masih panjang dan masih banyak
pelajaran dan hikmah yang bisa kita ambil. Berdoa dan bersabar. Jangan sampai
kita menjadi lemah karena ujian karena ujian yang kita hadapi akan mengangkat
derajat kita sebagaimana diangkatnya derajatnya Nabi Yusuf As. Bahkan kisahnya
oleh Allah dikatakan kisah yang terbaik untuk kita ambil pelajarannya. Semoga
Allah senantiasa memberikan petunjuk kepada kita semua. Wallahu ‘alam bish
Shawwab.
Penulis adalah
Staf Administrasi
Subbag Umum dan
Kepegawaian
STAIN Al-Fatah Jayapura
Tidak ada komentar:
Posting Komentar