Sadar atau
tidak sadar kita menjadi orang-orang seperti ini.
Mungkin kita
pernah berdoa, Ya Allah semoga makin banyak orang yang mendapat
hidayah. Mudahkanlah perjuangan dakwah saudara-saudara kami di sana.
Lalu ketika ada
ajakan dakwah yang datang untuk ke sana jawabannya “jangan saya”.
Atau mungkin
kita punya teman yang pernah memuji.
“sungguh
beruntung orang yang akan menjadi istrimu/suamimu.”
Tapi lagi-lagi
kalimat sambungannya “tapi jangan saya”.
Atau kita
pernah berdoa berikanlah pemimpin yang adil, yang jujur. Namun ketika
ada ajakan atau tawaran amanah untuk menjadi pemimpin lagi-lagi
jawabannya :”jangan saya”.
Dan yang berdoa
agar mendapat suami/istri yang mencintai dirinya apa adanya.
Namun ketika
khitbah itu datang pun jawabnya “Jangan saya”.
Yang lebih Aku
khawatirkan adalah ketika kita berdoa meminta Syurga.
Ketika kita
akan dimasukkan dalam syurga kita masih berkata “Jangan Saya”
Saif Zulfikar
Ali

blog nya sangat bagus
BalasHapusnomor call center axis