Senin, 21 Maret 2016

DUHAI TULANG RUSUKKU, AKU MASIH ANAK DARI IBU DAN AYAHKU






Ketika akad kuucapkan, akulah penanggung hidupmu
Akulah penjagamu wahai tulang rusukku
Akulah yang bertanggung jawab atas dunia dan akhiratmu
Akulah penerus tanggung jawab dari ayahmu

Duhai Tulang rusukku
Setelah kau jadi istriku
Semua kebutuhanmu adalah tanggung jawabku
Semua nafkah dariku itu untukmu

Namun istriku
Aku masih anak ayah dan ibuku
Aku masih bertanggung jawab pada mereka
Aku masih bertanggung jawab atas keperluan mereka

Ketika kau meminta baju baru
Disaat itu kulihat Ayahku memakai baju lusuh
Maafkan aku jika aku lebih mengutamakan ayahku
Ketika kau meminta jilbab baru
Disaat itu kulihat mukenah ibuku yang telah bolong
Maafkan aku jika aku lebih mengutamakan ibuku

Ketika kau meminta izin pulang ke rumah orang tuamu namun tidak kuizinkan
Bukan karena tidak mau
Aku butuh waktu untuk siap bertemu dengan orang tuamu
Untuk mengatakan aku telah membahagiakanmu
Bahwa aku telah menjadi penerus amanah ayahmu yang baik

Jika nafkahku tak memenuhi semua keinginanmu
Bersabarlah tulang rusukku
Lakukanlah apapun yang kau sukai
Kembangkanlah potensimu
Namun jaga marwahku sebagai Qowam bagi dirimu.

Karya : Saif Zulfikar Ali

1 komentar: