Rabu, 16 Desember 2015

AKU HANYA INGIN TAHU



Saya mungkin lebih terbuka dikerenakan kepribadian saya yang sangat sanguinis, supel walaupun terkadang misterius dan membingungkan. Maaf jika ada yang merasa mendapat kode-kode. Maaf, itu bukan kode, bukan pula perhatian, bukan pula cinta. Karena bagiku cinta adalah sebuah keputusan. Aku bukan ABG lagi yang mengumbar cinta, berlindung dibalik fitrahnya hati, mencari pembenaran diri ternyata semua hanyalah nafsu. Maaf. Maaf sekali. Sulit bagiku untuk mencintai orang yang tidak saya kenal pribadinya, bagaimana sikapnya pada saudara dan orang tuanya, seberapa besar ia menghormati ayahnya. Mungkin ada yang bilang saya stalker, sok pengen tahu, tapi memang saya hanya ingin tahu.
Maaf, jika ada yang terganggu lalu dengan pedenya menolak dengan berbagai alasan, kadang saya bingung, saya aja belum ngomong kok sudah ditolak. Saya memang tidak paham tentang wanita. Sekali saya pernah mengalami ada yang bertanya terus terang kepada saya, menanyakan saya serius atau tidak, maaf, maaf sekali. Saya sudah mencari tahu dari berbagai sumber namun rasanya ada ketidak cocokan. Saya rasa itu lebih mudah saya terima, jika ada yang nolak kita gak cocok ketimbang alasan Papua itu jauh. Saya hanya berpikir, semua mudah bagi Allah, toh keluarga saya juga ada di Semarang, Jogja, Bogor, Tanggerang, Bandung, Cianjur, dan Kebumen. Saya teringat kata-kata Mario Teguh : “Bukan cinta namanya kalau yang berjuang Cuma satu orang”. Saya juga masih memegang teguh kata-kata : “Cinta itu tidak semudah menanam singkong, asal cabut dan bisa ditanam lagi. Aku tidak pernah kembali pada orang yang menolak.”
Misalnya, dahulu ada yang menolak karena saya nampak tidak dewasa, ketika saya sudah lebih dewasa jangan harap saya akan mau jika ditawarkan lagi dengan orang yang sama. Jika alasannya saya tidak berdomisili di pulau jawa, jika suatu saat saya punya usaha di jawa dan mudah bagi saya untuk bolak-balik Jayapura-Jawa, jangan harap cinta itu masih ada. Saya suka mengatakan kelemahan saya di hadapan teman-teman untuk mencari siapa yang malu, atau merasa tidak nyaman dan juga mencari yang tidak malu dan menerima saya apa adanya. Aku juga sadar diri, tidak selamanya aku apa adanya kan. Aku Cuma butuh seseorang yang mendukung agar aku menjadi ada bukan sekedar mengejar menjadi orang yang berada.
Aku hanya ingin tahu siapa kamu? Apakah kamu yang aku cari?

1 komentar: