Jumat, 25 Desember 2015

Mencintai berbatas waktu

Apakah mencintai berarti harus selalu bersama?
Entahlah….
Aku teringat tentang Pak Edwin yang ditugaskan di Palembang, Bu Edwin di Nabire dan anak-anaknya ada yang di Bogor, Jayapura. Ada juga Pak Andik yang di Jayapura sedangkan istrinya di Kebumen. Kadang hatiku mengatakan andai aku di Jayapura dan kamu di Kediri apakah itu sulit. Tapi apa yang membuat pasangan yang lain bisa ikhlas berpisah jauh. Kesamaan visi. Ust. Cahyadi bilang jangan menikah ketika dalam kondisi mencintai karena logika sedang tidak bekerja. Menikah bukan tentang cinta tapi kehidupan yang panjang. Visi….
Ust. Salim A Fillah juga pernah bilang untuk apa lebih penting daripada punya apa.

Namun pertanyaannya mengapa aku mencintaimu? Aku tidak menemukan jawabannya.
Aku tahu, untuk menikah dan untuk bersama adalah hal yang sangat sulit. Mengajakmu ke Jayapura adalah hal yang mustahil. Mungkin kamu bilang dirimu banyak kekurangan, kekurangan fisik, Ingin dicintai dengan tulus. Menginginkan orang yang tak malu berjalan denganmu. Aku tahu aku pun demikian.

Kita sadar ada hal-hal yang membuat kita tak mungkin bisa bersama. Bagiku ini adalah sepotong episode yang bahagia bagiku setelah lebih dari setahun aku mengenalmu.
Setelah kita UAS di semester 3 kita akan berpisah dengan kehidupan masing-masing. Asyik dengan tesisnya masing-masing. Entah kapan aku bisa melihatmu lagi. Ngajak ketemuan. Itu bukan aku. Aku sudah cukup bahagia bertemu denganmu di kelas.

Aku menargetkan untuk wisuda bulan Mei. Aku tahu kita tidak mungkin bersama. Semoga suatu saat kau menemukan pangeran yang akan menjadikanmu bidadari dilangit hatinya. Melahirkan putra dan putri yang sholih dan sholihah.
Orang yang akan menjadi suamimu adalah orang yang mendapatkan perhiasan terindah di dunia. Sebagaimana orang tuamu telah mencantumkan doa dalam namamu.

Terima kasih bersedia mendengar ceritaku, aib masa laluku, sempat nyaris mencintaiku. Bagiku itu setitik semangat bahwa aku masih pantas untuk dicintai.
5 Bulan lagi aku di kota ini. Izinkan aku mencintaimu berbatas waktu.
Aku masih ingin mencintaimu 5 bulan lagi. Selepas itu, ketika aku terbang ke Jayapura cinta itu akan tertiup angin, hilang lepas hingga ku injakkan kaki di bumi cenderawasih semua itu tinggal menjadi kenangan.

Sahabatku Kaim Djali bilang :
Jika kamu sedang memperbaiki diri maka jodohmu pun juga sedang melakukan hal yang sama
Terima kasih untuk semuanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar