Apakah
mencintai berarti harus selalu bersama?
Entahlah….
Aku teringat
tentang Pak Edwin yang ditugaskan di Palembang, Bu Edwin di Nabire
dan anak-anaknya ada yang di Bogor, Jayapura. Ada juga Pak Andik yang
di Jayapura sedangkan istrinya di Kebumen. Kadang hatiku mengatakan
andai aku di Jayapura dan kamu di Kediri apakah itu sulit. Tapi apa
yang membuat pasangan yang lain bisa ikhlas berpisah jauh. Kesamaan
visi. Ust. Cahyadi bilang jangan menikah ketika dalam kondisi
mencintai karena logika sedang tidak bekerja. Menikah bukan tentang
cinta tapi kehidupan yang panjang. Visi….
Ust. Salim A
Fillah juga pernah bilang untuk apa lebih penting daripada punya apa.
Namun
pertanyaannya mengapa aku mencintaimu? Aku tidak menemukan
jawabannya.
Aku tahu, untuk
menikah dan untuk bersama adalah hal yang sangat sulit. Mengajakmu ke
Jayapura adalah hal yang mustahil. Mungkin kamu bilang dirimu banyak
kekurangan, kekurangan fisik, Ingin dicintai dengan tulus.
Menginginkan orang yang tak malu berjalan denganmu. Aku tahu aku pun
demikian.
Kita sadar ada
hal-hal yang membuat kita tak mungkin bisa bersama. Bagiku ini adalah
sepotong episode yang bahagia bagiku setelah lebih dari setahun aku
mengenalmu.
Setelah kita
UAS di semester 3 kita akan berpisah dengan kehidupan masing-masing.
Asyik dengan tesisnya masing-masing. Entah kapan aku bisa melihatmu
lagi. Ngajak ketemuan. Itu bukan aku. Aku sudah cukup bahagia bertemu
denganmu di kelas.
Aku menargetkan
untuk wisuda bulan Mei. Aku tahu kita tidak mungkin bersama. Semoga
suatu saat kau menemukan pangeran yang akan menjadikanmu bidadari
dilangit hatinya. Melahirkan putra dan putri yang sholih dan
sholihah.
Orang yang akan
menjadi suamimu adalah orang yang mendapatkan perhiasan terindah di
dunia. Sebagaimana orang tuamu telah mencantumkan doa dalam namamu.
Terima kasih
bersedia mendengar ceritaku, aib masa laluku, sempat nyaris
mencintaiku. Bagiku itu setitik semangat bahwa aku masih pantas untuk
dicintai.
5 Bulan lagi
aku di kota ini. Izinkan aku mencintaimu berbatas waktu.
Aku masih ingin
mencintaimu 5 bulan lagi. Selepas itu, ketika aku terbang ke Jayapura
cinta itu akan tertiup angin, hilang lepas hingga ku injakkan kaki di
bumi cenderawasih semua itu tinggal menjadi kenangan.
Sahabatku Kaim
Djali bilang :
Jika kamu
sedang memperbaiki diri maka jodohmu pun juga sedang melakukan hal
yang sama
Terima kasih untuk semuanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar