Saya
mungkin lebih terbuka dikerenakan kepribadian saya yang sangat sanguinis, supel
walaupun terkadang misterius dan membingungkan. Maaf jika ada yang merasa
mendapat kode-kode. Maaf, itu bukan kode, bukan pula perhatian, bukan pula
cinta. Karena bagiku cinta adalah sebuah keputusan. Aku bukan ABG lagi yang
mengumbar cinta, berlindung dibalik fitrahnya hati, mencari pembenaran diri
ternyata semua hanyalah nafsu. Maaf. Maaf sekali. Sulit bagiku untuk mencintai
orang yang tidak saya kenal pribadinya, bagaimana sikapnya pada saudara dan
orang tuanya, seberapa besar ia menghormati ayahnya. Mungkin ada yang bilang
saya stalker, sok pengen tahu, tapi memang saya hanya ingin tahu.
Maaf,
jika ada yang terganggu lalu dengan pedenya menolak dengan berbagai alasan,
kadang saya bingung, saya aja belum ngomong kok sudah ditolak. Saya memang
tidak paham tentang wanita. Sekali saya pernah mengalami ada yang bertanya
terus terang kepada saya, menanyakan saya serius atau tidak, maaf, maaf sekali.
Saya sudah mencari tahu dari berbagai sumber namun rasanya ada ketidak cocokan.
Saya rasa itu lebih mudah saya terima, jika ada yang nolak kita gak cocok
ketimbang alasan Papua itu jauh. Saya hanya berpikir, semua mudah bagi Allah,
toh keluarga saya juga ada di Semarang, Jogja, Bogor, Tanggerang, Bandung,
Cianjur, dan Kebumen. Saya teringat kata-kata Mario Teguh : “Bukan cinta
namanya kalau yang berjuang Cuma satu orang”. Saya juga masih memegang teguh
kata-kata : “Cinta itu tidak semudah menanam singkong, asal cabut dan bisa
ditanam lagi. Aku tidak pernah kembali pada orang yang menolak.”
Misalnya,
dahulu ada yang menolak karena saya nampak tidak dewasa, ketika saya sudah
lebih dewasa jangan harap saya akan mau jika ditawarkan lagi dengan orang yang
sama. Jika alasannya saya tidak berdomisili di pulau jawa, jika suatu saat saya
punya usaha di jawa dan mudah bagi saya untuk bolak-balik Jayapura-Jawa, jangan
harap cinta itu masih ada. Saya suka mengatakan kelemahan saya di hadapan
teman-teman untuk mencari siapa yang malu, atau merasa tidak nyaman dan juga
mencari yang tidak malu dan menerima saya apa adanya. Aku juga sadar diri,
tidak selamanya aku apa adanya kan. Aku Cuma butuh seseorang yang mendukung
agar aku menjadi ada bukan sekedar mengejar menjadi orang yang berada.
Aku
hanya ingin tahu siapa kamu? Apakah kamu yang aku cari?

nice kak keren banget
BalasHapusservice center axis