Sejarah memang bisa terulang hanya saja dalam versi yang berbeda.
Jika kita berbicara tentang masa depan, gambarannya begitu sempit
dan sulit diperkirakan. Namun sebuah kata motivasi dari Mario teguh yang sangat
menggugah hati kita semua tentang masa depan. “jika kita tidak mengetahui masa
depan maka segalanya akan mungkin di masa depan.”
Maksudnya, Silahkan kita bermimpi tentang masa depan kita,
bermimpilah yang hebat karena semuanya bisa saja mungkin, namun ingat semua itu
dari Allah. Semua itu adalah takdir Allah.
Sekarang kita bahas tentang masa lalu. Teorinya Kita adalah masa
lalu bagi orang lain dan orang lain adalah masa lalu bagi kita. Masa lalu
adalah tempat untuk belajar bukan tempat untuk bekerja. Jam kerja itu bergerak
maju bukan bergerak mundur. Toh kenyataannya waktu itu terus berjalan dan tak
akan pernah kembali. Interaksi kita dengan orang lain di masa lalu sangat
berpengaruh dalam pola pikir dan tindakan kita di masa yang akan datang.
Sedikit saya belajar tentang dunia penjara. Sebuah tempat dengan
gerak terbatas. Penjara sebenarnya berasal dari kata PENJERA. Tempat membuat
orang jera berbuat kesalahan. Sekarang disebut Lapas (Lembaga Permasyarakatan).
Yang berkembang saat ini bukan lagi bahasa napi (narapidana) namun menjadi
Warga Binaan. Karena Lapas saat ini melakukan pendekatan bukan pada segi
hukuman fisik namun lebih kepada pembinaan mental dan spiritual bahkan
pembinaan wirausaha.
Mengapa wirausaha???? Karena jika kita ingin berwirausaha kita
tidak akan dimintai SKCK. Hukumnya Mantan Napi tak akan pernah bisa jadi
Pegawai Negeri secerdas dan sehebat apapun dia nantinya.
Justifikasi masyarakat terhadap keburukan manusia di masa lalu
seakan permanen. Padahal justifikasi tersebut bisa membuat seseorang kembali pada
masa lalu yang kelam. Beri kesempatan. Kita mungkin takkan pernah lupa Soekarno
pernah dipenjara, Imam Ahmad bin Hambal pernah dipenjara, Ibnu Sina pernah
dipenjara, Sayyid Qutb pernah dipenjara, Nabi Yusuf As pernah dipenjara.
Lalu masa lalu dalam kasus yang lain. Setiap kita yang menikah maka
kita memiliki masa lalu dan pasangan kita juga memiliki masa lalu. Jika kita
memang memiliki visi yang besar untuk dibangun bersama lalu mengapa masih
terjebak dengan masa lalu. Buktikan cinta dengan membawa pasangan kita kepada
masa depan yang lebih indah. Mario teguh pernah bilang “Katakan pada pasangan
anda : Aku tahu dia masa lalumu. Lupakan masa lalumu dan marilah bersamaku
menuju masa depan. Karena Aku adalah masa depanmu.”
Saya rasa Islam telah memberikan solusi dan pelajaran. Kisah-kisah
dalam Al Qur’an mengajarkan banyak hal kepada kita. Syariat juga telah
memberikan jalan ada Qiyamul lail, Duha, Istikhoroh dan lain-lain. Bagaimana
kita bisa mengatakan keburukan ini menimpaku karena Allah mentakdirkan demikian
sedangkan jalan ikhtiarnya belum sempurna.
Pak Mario Teguh juga pernah bilang : “Takdir Tuhan itu semuanya
baik hanya saja ada yang rasanya enak ada juga yang tidak enak.”
Yup, semangat. Lupakan masa lalu gapai masa depan gemilang…..!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar