Sabtu, 13 September 2014

MASA LALU/MASA DEPAN



Sejarah memang bisa terulang hanya saja dalam versi yang berbeda.
Jika kita berbicara tentang masa depan, gambarannya begitu sempit dan sulit diperkirakan. Namun sebuah kata motivasi dari Mario teguh yang sangat menggugah hati kita semua tentang masa depan. “jika kita tidak mengetahui masa depan maka segalanya akan mungkin di masa depan.”
Maksudnya, Silahkan kita bermimpi tentang masa depan kita, bermimpilah yang hebat karena semuanya bisa saja mungkin, namun ingat semua itu dari Allah. Semua itu adalah takdir Allah.

Sekarang kita bahas tentang masa lalu. Teorinya Kita adalah masa lalu bagi orang lain dan orang lain adalah masa lalu bagi kita. Masa lalu adalah tempat untuk belajar bukan tempat untuk bekerja. Jam kerja itu bergerak maju bukan bergerak mundur. Toh kenyataannya waktu itu terus berjalan dan tak akan pernah kembali. Interaksi kita dengan orang lain di masa lalu sangat berpengaruh dalam pola pikir dan tindakan kita di masa yang akan datang.

Sedikit saya belajar tentang dunia penjara. Sebuah tempat dengan gerak terbatas. Penjara sebenarnya berasal dari kata PENJERA. Tempat membuat orang jera berbuat kesalahan. Sekarang disebut Lapas (Lembaga Permasyarakatan). Yang berkembang saat ini bukan lagi bahasa napi (narapidana) namun menjadi Warga Binaan. Karena Lapas saat ini melakukan pendekatan bukan pada segi hukuman fisik namun lebih kepada pembinaan mental dan spiritual bahkan pembinaan wirausaha.

Mengapa wirausaha???? Karena jika kita ingin berwirausaha kita tidak akan dimintai SKCK. Hukumnya Mantan Napi tak akan pernah bisa jadi Pegawai Negeri secerdas dan sehebat apapun dia nantinya.

Justifikasi masyarakat terhadap keburukan manusia di masa lalu seakan permanen. Padahal justifikasi tersebut bisa membuat seseorang kembali pada masa lalu yang kelam. Beri kesempatan. Kita mungkin takkan pernah lupa Soekarno pernah dipenjara, Imam Ahmad bin Hambal pernah dipenjara, Ibnu Sina pernah dipenjara, Sayyid Qutb pernah dipenjara, Nabi Yusuf As pernah dipenjara.

Lalu masa lalu dalam kasus yang lain. Setiap kita yang menikah maka kita memiliki masa lalu dan pasangan kita juga memiliki masa lalu. Jika kita memang memiliki visi yang besar untuk dibangun bersama lalu mengapa masih terjebak dengan masa lalu. Buktikan cinta dengan membawa pasangan kita kepada masa depan yang lebih indah. Mario teguh pernah bilang “Katakan pada pasangan anda : Aku tahu dia masa lalumu. Lupakan masa lalumu dan marilah bersamaku menuju masa depan. Karena Aku adalah masa depanmu.”

Saya rasa Islam telah memberikan solusi dan pelajaran. Kisah-kisah dalam Al Qur’an mengajarkan banyak hal kepada kita. Syariat juga telah memberikan jalan ada Qiyamul lail, Duha, Istikhoroh dan lain-lain. Bagaimana kita bisa mengatakan keburukan ini menimpaku karena Allah mentakdirkan demikian sedangkan jalan ikhtiarnya belum sempurna.
Pak Mario Teguh juga pernah bilang : “Takdir Tuhan itu semuanya baik hanya saja ada yang rasanya enak ada juga yang tidak enak.”
Yup, semangat. Lupakan masa lalu gapai masa depan gemilang…..!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar