Jujurlah pada diri kita bahwa diantara kita telah membuat
target-target sejak kita masih kecil. Masih ingatkah kita ketika kita lewat di
toko mainan kita sudah mentarget kita ingin mainan yang yang paling menarik
menurut kita yang akan kita minta untuk dibelikan oleh ayah dan ibu kita.
Itulah target.
Kita pernah dengar ada pepatah jadilah seperti air yang mengalir.
Tapi kata Dahlan Iskan kalau mau jadi air yang mengalir maka jadilah air yang
mengalir deras. Kita memang tidak mengetahui tentang masa depan dari
masing-masing kita. Namun bukan berarti kita menjadi pribadi manusia yang hidup
tanpa tujuan hidup atau bahkan tanpa prinsip hidup sama sekali.
Saya mengenal seseorang teman saya yang menjadi tentara dengan
pangkat kopral di sebuah kesatuan di daerah Papua. Motto hidupnya ia jadikan
sebagai prinsip hidup. Ia tuliskan motto hidupnya di ruang tamu, kamar bahkan
teras rumah dinasnya yang dijadikan kamar. Jika ia memotivasi adik-adik
letingnya pasti denga motto yang itu-itu juga.
Saya termasuk orang yang suka menarget. Tidak salah tapi ibaratnya
seseorang yang akan menembak sasaran setelah menetapkan target ia harus
menyipkan segalanya. Jika sudah membuat target ini yang perlu dilakukan :
1. Pastikan
kita melihat target dengan fokus agar tidak meleset.
Maksudnya kita
perlu menetapkan target-target kita secara tepat bukan masih menjadi
angan-angan. Jika kita menuliskannya itu lebih baik.
2. Pastikan
kita menembak dengan alat yang tepat, bisa dipakai alis bukan barag yang rusak
Maksudnya kita
harus merancang strategi dan segala hal yang kita perlukan untuk mencapai
target-target kita
3. Pastikan
jarak kita dan sasaran kita benar-benar terukur, terserah ia jauh atau dekat
yang penting bisa terukur.
Maksudnya kita
harus bisa mengukur dan melihat secara cermat peluang yang ada dan juga
mengatur berapa lama waktu yang diperlukan untuk mencapai target itu.
4. Perhatikan
pergerakan angin yang bisa saja membuat tembakan kita menjadi meleset
Maksudnya
terkadang ada hambatan, rintangan, dan godaan yang bisa saja membuat kita lupa
akan target-target kita
5. Segera
menembak jangan terlalu lama
Maksudnya jika
semua sudah dipersiapkan maka segera lakukan langkah-langkah menuju target
dengan sesegera mungkin. Karena bisa saja target itu hilang karena telah
menjadi milik orang lain. Maka segeralah mengatur strategi baru.
Kebanyakan orang berputus asa ketika telah melakukan upaya maksimal
namun kehilangan target karena telah ada yang mencapainya. Tetapi ingat
kehilangan target buka berarti kehilanga peluang. Kita boleh beralih target,
tentunya dengan perhitungan yang matang. Sehebat-hebatnya mausia membuat teori
manajemen, tetap saja takdir Allah itu lebih hebat.
SO…. Jangan pernah berhenti untuk membuat dan menetapkan target.
Target Ibadah, Target Amalan, Target Hafalan, Target Study, Target karir,
bahkan yang paling penting target MENIKAH. So Sahabat Dokan saya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar