Minggu, 04 Oktober 2015

Zombie Style Generasi Muda Indonesia

Istilah zombie bukan hal yang baru namun sudah sangat di kenal. Banyak dari kita yang sudah pernah menonton film-film Hollywood tentang Zombie. Ada dua ciri-ciri zombie yang sangat mendasar yaitu berjalan tanpa gairah, tanpa arah dan ketika ada manusia hidup (makanan) mereka berebutan tak teratur. Entah disadari atau tidak generasi muda yang saat ini ada kehilangan semangat berkarya bahkan tanpa arah. Mereka yang ketika kecilnya bersemangat dan bangga atas cita-citanya ingin menjadi dokter, guru, presiden, pengusaha, dan lain-lain telah menghapus cita-citanya di SMA. Ketika ditanya kepada mereka yang melanjutkan studi dari SMP ke SMA misalnya alasan bukan lagi karena sekolah itu menunjang mereka mencapai cita-cita mereka tetapi lebih kepada terkenalnya sekolah, ada teman SMPnya di sekolah itu, atau alasan-alasan lainnya.
Tidak hanya di SMA bahkan di perguruan tinggi betapa banyak mahasiswa mengejar nilai namun ketika lulus hanya menjadi orang yang berbaris rapi meninggalkan masyarakatnya. Mengejar dan berebut pekerjaan bahkan sedikit yang menjadi solusi perbaikan di masyarakat. Jika kita tanyakan pada mahasiswa umumnya saat ini bagaimana pola belajarnya, klasiknya mengerjakan tugas sistem kebut semalam. Atau bahkan belajar hanya jika ada ujian saja. Demonstrasi tanpa mengajukan solusi. Efeknya setelah lulus menjadi lulusan tanpa arah hidup. Berdasarkan informasi Suara Pembaruan (27/3/2013) Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah pencari kerja terbesar di Asia, yakni setiap tahun mencapai sekitar 30 juta pencari kerja (Jobseekers). Jumlah angkatan kerja pun meningkat tiap tahunnya.
Setiap ada pameran bursa kerja (job fair) maka yang ramai adalah para pemuda yang berebut pekerjaan. Namun keluhan pun ada karena pekerja yang berkualitas sedikit jumlahnya sehingga tidak mengherankan permasalahan pengangguran masih menjadi masalah utama di negeri ini. Menjadi PNS seakan menjadi harapan yang menjanjikan masa depan. Jumlah pelamar CPNS sudah menembus 2.603.780 orang," menurut Kepala Biro Hukum, Komunikasi dan Informasi Publik (HKIP) KemenPAN-RB Herman Suryatman (Liputan6.com, 13/10/2014). Sedangkan lowongan yang tersedia hanya ada 100.000.
Tantangan semakin berat ketika generasi muda saat ini mengalami kendala komunikasi. Kehilangan teman di dunia nyata. Ditambah lagi berduyun-duyunnya warga Negara asing ke negeri ini seharusnya membangunkan diri kita untuk bangkit dan semangat dalam berkarya. Slogan kerja-kerja-kerja tidak cukup. Namun berkarya, bekerja dan bermanfaat lebih tepat bagi kita agar adanya kita bukanlah sekelompok zombie yang berebut makanan namun menjadi manusia yang paripurna dengan jiwa sosial yang tinggi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar