Memasuki sistem
pasti kita terpengaruh sistem. Ibarat sabun yang bersih masuk di
tengah kotoran maka tetap kotorlah ia. Menurut saya logika ini adalah
logika penghakiman (justifikasi) dari tampilan luar melalaikan
eksistensi. Mengapa demikian? Karena sabunnya sedikit kotorannya
banyak. Lalu mengapa kita tidak menjadi sabun yang besar untuk
membersihkan kotoran yang kecil? Karena bagaimanapun eksistensi sabun
adalah pembersih kotoran.
Logika
perjuangan di luar sistem. Bro….Kalau saya mau ikut-ikutan merubah
peraturan pertandingan karate maka saya harus masuk dalam organisasi
World Karate Federation dan syaratnya banyak. Minimal Sabuk Hitam Dan
V, Pernah Ujian Sabuk Hitam Internasional misalnya, Pernah menjadi
wasit Juri tingkat WKF Championship. Kalau gak masuk WKF saya mau
usul, mau teriak, tetap saja saya gak punya wewenang apa-apa.
Mempengaruhi
penguasa, Saya bingung kalau soal ini. Bukan itu masalahnya bro. Apa
kita kira bahwa presiden kita sekarang adalah penguasa Indonesia?
Belum tentu bro. Lagian, namanya juga penguasa sulit dipengaruhi
kecuali penguasa itu orang yang sevisi sejak awal (maksudnya kalau
ente juga terlibat). Abu Sufyan aja harus dibuat bangkrut dulu baru
bisa ngalah mau buka pintu Makkah sehingga terjadi peristiwa Fathul
Makkah. Cari deh dalam Sejarah ada tokoh Quraisy yang punya kekuasaan
terus sukarela mendukung dan merubah sistem. Apa ada? Raja Najashi
saja (yang kita yakini masuk Islam) tidak merubah sistem pemerintahan
di negerinya.
Ada satu lagi
logika cabut rumput sampai ke akar. Mas bro… Kalau rumputnya sudah
subur akarnya juga sudah besar dan dalam, butuh energi besar untuk
mencabut sampai ke akar. Kalau Cuma potong rumput memang tidak ada
gunanya. Mengapa tidak memakai cara menggali tanah pelan-pelan,
merusak akar-akarnya sedikit demi sedikit seperti apa yang mereka
lakukan dengan mendangkalkan aqidah kita. Tul Gak! Trus sekarang mau
ngapain, mau biarin rumputnya tumbuh subur, gak mau mikirin yang
kecil-kecil, Allah juga menghargai loh upaya kebaikan yang
kecil-kecil. Sesungguhnya di mata Allah tidak ada hal yang sepele.
baik itu sebuah kebaikan atau keburukan. (Baca lagi deh Surah
Az-Zalzalah)
Ayyuhal
muslimun. Kita saling membutuhkan sumbangsih antum semua. Yuk
Fastabiqul khoirot.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar