Minggu, 04 Oktober 2015

Masuk Sistem atau gak?

Memasuki sistem pasti kita terpengaruh sistem. Ibarat sabun yang bersih masuk di tengah kotoran maka tetap kotorlah ia. Menurut saya logika ini adalah logika penghakiman (justifikasi) dari tampilan luar melalaikan eksistensi. Mengapa demikian? Karena sabunnya sedikit kotorannya banyak. Lalu mengapa kita tidak menjadi sabun yang besar untuk membersihkan kotoran yang kecil? Karena bagaimanapun eksistensi sabun adalah pembersih kotoran.


Logika perjuangan di luar sistem. Bro….Kalau saya mau ikut-ikutan merubah peraturan pertandingan karate maka saya harus masuk dalam organisasi World Karate Federation dan syaratnya banyak. Minimal Sabuk Hitam Dan V, Pernah Ujian Sabuk Hitam Internasional misalnya, Pernah menjadi wasit Juri tingkat WKF Championship. Kalau gak masuk WKF saya mau usul, mau teriak, tetap saja saya gak punya wewenang apa-apa.


Mempengaruhi penguasa, Saya bingung kalau soal ini. Bukan itu masalahnya bro. Apa kita kira bahwa presiden kita sekarang adalah penguasa Indonesia? Belum tentu bro. Lagian, namanya juga penguasa sulit dipengaruhi kecuali penguasa itu orang yang sevisi sejak awal (maksudnya kalau ente juga terlibat). Abu Sufyan aja harus dibuat bangkrut dulu baru bisa ngalah mau buka pintu Makkah sehingga terjadi peristiwa Fathul Makkah. Cari deh dalam Sejarah ada tokoh Quraisy yang punya kekuasaan terus sukarela mendukung dan merubah sistem. Apa ada? Raja Najashi saja (yang kita yakini masuk Islam) tidak merubah sistem pemerintahan di negerinya.

Ada satu lagi logika cabut rumput sampai ke akar. Mas bro… Kalau rumputnya sudah subur akarnya juga sudah besar dan dalam, butuh energi besar untuk mencabut sampai ke akar. Kalau Cuma potong rumput memang tidak ada gunanya. Mengapa tidak memakai cara menggali tanah pelan-pelan, merusak akar-akarnya sedikit demi sedikit seperti apa yang mereka lakukan dengan mendangkalkan aqidah kita. Tul Gak! Trus sekarang mau ngapain, mau biarin rumputnya tumbuh subur, gak mau mikirin yang kecil-kecil, Allah juga menghargai loh upaya kebaikan yang kecil-kecil. Sesungguhnya di mata Allah tidak ada hal yang sepele. baik itu sebuah kebaikan atau keburukan. (Baca lagi deh Surah Az-Zalzalah)

Ayyuhal muslimun. Kita saling membutuhkan sumbangsih antum semua. Yuk Fastabiqul khoirot.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar