Saya memahami
tentang rukhsoh sholat di perjalanan. Kalau dulu transportasi masih
menggunakan unta, maka sahabat Rasulullah SAW sholat di atas unta
selama dalam perjalanan. Di zaman saat ini ketika kita harus
menggunakan transportasi yang perjalanannya sudah terjadwal dan tidak
mungkin bagu kita untuk meminta berhenti dalam perjalanan maka
rukhsos tersebut digunakan. Dalam perjalanan dari Jayapura ke
Yogyakarta misalnya dengan menggunakan pesawat terbang saya harus
sholat dalam keadaan duduk di kursi saya. Saya pernah melakukan
sholat dzuhur dan ashar di pesawat sedangkan magrib dan Isya’nya
saya sholat di mushola bandara Soekarno-Hatta ketika pesawat sedang
transit.
Saya pun juga melakukan sholat ketika dalam perjalanan
Yogyakarta-bandung dengan kereta api. Hal tersebut saya lakukan untuk
menjaga-jaga jika saya sampai di Bandung kesorean hingga waktu Ashar
telah habis. Maka saat itu saya menjamak sholat dzuhur dan ashar di
waktu dzuhur. Saya sholat duduk di dalam kereta api. Anehnya dalam
satu gerbong hanya saya yang melakukan. Terkadang saya berpikir
apakah Cuma saya sendiri yang sholat. Namun pikiran tersebut hilang
ketika saya melakukan perjalanan dari Yogyakarta-Semarang dengan bis.
Saat itu bis berangkat pukul 14.15. ketika masuk Ashar maka saya
sholat sambil duduk di dalam bis. Ketika bis sampai di Magelang ada
penumpang yang naik dan duduk di sebelah saya. Dan ia pun sholat
dalam keadaan duduk pula. Ternyata saya tidak sendirian. Kadang
muncul keragu-raguan dalam diri saya ketika mengambil rukhsoh dan
melihat saya sendirian. Memang tabiat manusia butuh teman untuk
meyakinkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar