Kamis, 21 Agustus 2014

Persiapan Menyambut Ramadhan

“Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban ini, dan sampaikanlah umur kami bertemu Ramadhan.” Tidak terasa waktu begitu cepat berlalu. Tinggal dalam hitungan hari, bulan yang sangat dinanti akan tiba yaitu bulan Ramadhan. Sayangnya mayoritas kita lebih mempersiapkan diri dengan menyambut Idul Fitri daripada menyambut bulan Ramadhan. Atau mungkin diantara kita malah merasa datagnya bulan Ramadhan akan mendatangkan bayak beban. Semoga kita terlindung dari sifat tersebut. Untuk itu di bulan Rajab dan Sya’ban ini kita harus mempersiapkan diri kita agar bulan istimewa ini tidak berlalu begitu saja. Kita berharap amalan ibadah kita di bulan Ramadhan tahun ini harus lebih baik daripada tahun yang lalu. Jika puasa kita di Ramadhan yang lalu belum terlalu baik dan terkadang masih ada rasa marah atau pandangan yang tak terjaga maka kita bertekad di Ramadhan tahun ini ibadah puasa kita menjadi lebih baik. Karena bisa saja ini menjadi Ramadhan yang terakhir buat kita. Adapun yang perlu kita persiapkan untuk menyambut bulan Ramadhan adalah sebagai berikut : Persiapan Nafsiyah (kejiwaan), adalah persiapan–persiapan yang dilakukan untuk menyiapkan jiwa dan moral kita, sehingga secara kejiwaan kita sudah siap menyambut datangnya bulan Ramadhan dengan hati gembira, dan menyadari sepenuhnya bahwa Ramadhan adalah bulan untuk mendekatkan diri pada Allah SWT. Kesiapan jiwa yang sempurna, hingga tercipata sebuah persepsi di dalam diri kita, bahwa Ramadhan bukanlah bulan penuh beban, melainkan bulan untuk berlomba-lomba meningkatkan kualitas ubudiyah dan meraih derajat tertinggi di sisi Allah SWT. Cara melatih diri kita agar siap menyambut bulan Ramadhan adalah dengan memperbayak amalan sunnah. Baik sholat-sholat sunnah, puasa sunnah, memperbanyak istighfar atau segera meminta maaf atas segala dosa yang pernah kita lakukan kepada orang lain. Banyak Berpuasa di Bulan Sya’ban terdapat suatu amalan yang dapat dilakukan di bulan ini yaitu amalan puasa. Bahkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri banyak berpuasa ketika bulan Sya’ban dibanding bulan-bulan lainnya selain puasa wajib di bulan Ramadhan Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau mengatakan, “Rasulullah shallallahu ‘ alaihi wa sallam biasa berpuasa, sampai kami katakan bahwa beliau tidak berbuka Beliau pun tidak berpuasa sampai kami katakan bahwa beliau tidak berpuasa. Aku tidak pernah sama sekali melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa secara sempurna sebulan penuh selain pada bulan Ramadhan. Aku pun tidak pernah melihat beliau berpuasa yang lebih banyak daripada berpuasa di bulan Sya’ban.” ( HR. Bukhari no. 1969 dan Muslim no. 1156). Dalam lafazh Muslim, ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha mengatakan, “ Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada bulan Sya’ban seluruhnya . Namun beliau berpuasa hanya sedikit hari saja. ” (HR . Muslim no . 1156) . Dari Ummu Salamah, beliau mengatakan, “ Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam setahun tidak berpuasa sebulan penuh selain pada bulan Sya’ ban, lalu dilanjutkan dengan berpuasa di bulan Ramadhan .” ( HR. Abu Daud dan An Nasa ’i . Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih) Hal lain yang bisa kita lakukan adalah memperbanyak bacaan AL Qur’an kita, selain itu alangkah baiknya jika kita juga belajar memperbaiki bacaan Al Qur’an kita. Lakukan secara perlahan namun terus meningkat sehingga ketika bulan Ramadhan tiba kita bisa mengkhatamkan bacaan Al Qur’an kita tidak hanya sekali. Selain bacaan Al Qur’an lebih baik lagi jika kita menambah hafalan Al Qur’an kita. Agar hafalan Al Qur’an kita tidak hilang, kita bisa menggunakan hafalan kita untuk sholat dhuha, atau tahajud sebagai persiapan untuk melaksanakan sholat tarawih dan sholat sunnah lainnya selama sebulan. Persiapan Fikriyah (ilmu), agar kita dapat melakukan aktivitas kebaikan di bulan Ramadhan secara optimal maka diperlukan pemahaman yang mendalam mengenai fiqh ash-shiyâm. Oleh karena itu, persiapan fikriyah tidak kalah pentingnya bagi seorang Mukmin agar ia benar-benar mendapatkan rahmat, berkah, dan ampunan dari Allah SWT. Dengan pemahaman fiqh ash-shiyâm yang baik, dia akan memahami dengan benar, mana perbuatan yang dapat merusak nilai shiyamnya dan mana perbuatan yang dapat meningkatkan nilai dan kualitas shiyamnya. Untuk menambah ilmu kita tentang ibadah di bulan Ramadhan maka kita perlu banyak membaca buku-buku yang berkaitan dengan ibadah di bulan Ramadhan atau banyak mendengar ceramah-ceramah dari ulama-ulama agar dengan bertambahnya ilmu kita maka kualitas ibadah kita di bulan Ramadhan tahun ini lebih baik dari sebelumnya. Persiapan Jasadiyah (fisik), Tidak dapat dipungkiri bahwa aktifitas Ramadhan banyak memerlukan kekuatan fisik, baik untuk melaksanakan shiyamnya, tarawihnya, tilawahnya dan aktifitas ibadah lainnya. Dengan kondisi fisik yang baik, tentunya seseorang akan dapat melakukan ibadah-ibadah tersebut tanpa satupun yang terlewatkan. Sebab, bila kondisi fisik tidak prima akan terbuka peluang untuk tidak melaksanakannya amaliyah tersebut dengan maksimal, bahkan dapat terlewatkan begitu saja. Padahal bila ibadah-ibadah itu terlewatkan, nilai amaliyah Ramadhan tidak dapat tergantikan pada bulan yang lain. Persiapan fisik yang bisa kita lakukan adalah dengan berolahraga ringan setiap hari, menjaga kesehatan juga menjaga pola makan. Tentunya kita tidak menginginkan ibadah puasa kita menjadi terganggu karena sakit. Memperbanyak puasa sunnah juga berguna untuk melatih kondisi lambung kita. Sehingga ketika berpuasa di bulan Ramadhan telah terbiasa dan tidak terasa berat. Persiapan Materi, Persiapan materi di sini, bukanlah persiapan yang ditujukan untuk membeli pakaian baru, mengumpulkan bekal perjalanan pulang kampung atau untuk membeli kue-kue iedul fitri. Akan tetapi, persiapan materi di sini adalah persiapan materi yang ditujukan untuk infaq, shadaqah dan zakat. Sebab, nilai balasan infaq, shadaqah dan zakat akan dilipat gandakan sebagaimana kehendak Allah SWT. Karenanya, mempersiapkan materi di sini mesti dilakukan sedini mungkin, agar dapat dimenej dengan sebaik-baiknya. Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.(Q.S. Al Baqarah: 261) Tidak akan pernah harta yang disedekahkan kecuali ia bertambah…bertambah…bertambah…”(H.R. at-Tirmidzi) Melihat dalil di atas tentunya kita tidak akan menyia-nyiakan ksempatan untuk memperbanyak sedekah di bulan Ramadhan. Apalagi pahala selama bulan Ramadhan dilipat gandakan. Menabunglah untuk sedekah di bulan Ramadhan itulah cara melatih diri kita untuk menyambut bulan ramadhan juga sebagai media untuk menahan diri kita agar tidak boros. Persiapan Keluarga juga perlu diperhatikan untuk menyambut bulan Ramadhan. Keluarga yang dicintai Allah adalah keluarga yang seluruh anggota keluarganya mencintai Allah dan Rasulnya. Mulailah mengkondisikan rumah senyaman mungkin agar khusyuk untuk tilawah bersama keluarga di rumah. Hiasi rumah dengan hiasan yang menambah semangat dan memotivasi diri kita, anak dan istri kita agar semangat dalam beribadah. Marilah kita bersama-sama mempersiapkan diri kita untuk menyambut bulan yang sangat istimewa yaitu bulan Ramadhan mulai dari sekarang. Jangan sampai kita terkejut dengan datangnya bulan Ramadhan sehingga ibadah kita menjadi tidak maksimal. Semoga Allah menerima amal ibadah kita sebagai hamba yang berbahagia menyambut bulan Ramadhan dan memperoleh keridhoan Allah SWT dalam menjalankan segala ibadah di bulan Ramadhan dan juga memperoleh kemenangan hakiki di hari yang fitri nanti. Wallahu’alam bish showwab. Penulis adalah Alumni STAIN Al-Fatah Jayapura Th. 2011 dan Guru PAI di SMA Muhammadiyah Jayapura

Tidak ada komentar:

Posting Komentar