Ip Man adalah seorang granmaster Wing Chun. Ahli kungfu. Biasanya
beliau dipanggil Yip Man, Yi Wen, tapi orang barat mengejanya dengan Ip Man.
Beliau termasuk anak dari keluarga yang mampu. Ip Man juga pernah mengenyam pendidikan
di sekolah menengah atas. Sejak kecil ia belajar Wing Chun. Cita-citanya untuk
menyebarkan Wing Chun ke seluruh dunia. Ia menikah dengan Cheung Wing Sing.
Cheung Wing Sing juga anak pejabat.
Setelah menikah Ip Man dan Wing Sing hidup bahagia. Namun keadaan
berubah ketika masa pendudukan jepang rumah beliau di rebut oleh pemerintahan
jepang. Mereka hidup miskin. Ip Man pun juga ikut dalam kerja paksa. Ip Man
mengerjakan apapun untuk bisa menafkahi keluarganya. Istrinya menerima kondisi
ini dengan setia.
Ketika mereka pindah ke Hongkong dan mencoba mendirikan sekolah
Wing Chun ia memulai kehidupan bersama istrinya dengan bersahaja. Dengan
ekonomi yang tak pasti ia bisa bersabar. Ip Man sebagai guru kungfu pun terus
berlatih dan melatih. Istrinya memahami dunia Ip Man.
Ketika sekolah kungfunya mulai berkembang dan memiliki banyak
murid, kondisi ekonominya menjadi membaik. Wing Shin selalu setia membersamai
Ip Man. Saat Wing Shin sakit kanker, Ip Man menemani istrinya setiap hari.
Bahkan saat ada surat tantangan datang untuk bertarung, Ip man tidak
menerimanya dan lebih memilih bersama istrinya.
Permintaan terakhir Wing Shin sebelum meninggal adalah melihat Ip
Man berlatih. Dan Ip Man menerima tantangan terakhir dan diteman oleh istrinya.
Penantangnya juga ahli wing chun. Ia menantang Ip Man hanya untuk menjadi
master wing chun nomor satu. Saat Ip Man menang, lawannya kecewa. Namun Ip Man
tetap mempersilahkan lawannya untuk mengajar wing chun. Karena menjadi nomor
satu itu tidak penting. Tidak ada yang lebih penting selain orang yang kau
kasihi ada di sampingmu.
Ip man adalah sosok guru yang bijaksana. Ramah dan rendah hati. Ketika
ada murid yang bangga dengan Ip Man karena hebat, Ip Man bertanya balik
“bagaimana dengan 20 tahun kemudian?” si murid terdiam. Ip man berkata “20
tahun kemudian saya kan menjadi tua, menjadi lambat dan lemah. Tak ada orang
yang hebat selamanya. Kungfu bukan untuk mencari yang terhebat namun untuk
saling menghargai.”
Ketika muridnya tawuran dan bertanya pada Ip Man “untuk apa kita
belajar bela diri, tapi tidak pernah dipakai buat berkelahi.” Ip Man menjawab
“sama halnya dengan kita belajar berenang, belajar berenang untuk menyelamatkan
orang yang tenggelam atau untuk menenggelamkan orang lain.”
Inilah Cinta!

nice banget buat dibaca
BalasHapusaxis 4g
JOIN NOW !!!
BalasHapusDan Dapatkan Bonus yang menggiurkan dari dewalotto.club
Dengan Modal 20.000 anda dapat bermain banyak Games 1 ID
BURUAN DAFTAR!
dewa-lotto.name
dewa-lotto.cc
dewa-lotto.vip