Minggu, 30 Juli 2017

JANGAN TERBURU-BURU DALAM BERDOA



Memasuki tahun yang baru di tahun 2017, umumnya diantara kita ada yang membuat target-target pencapaian yang direncanakan untuk dicapai di Tahun 2017. Hal ini lumrah terjadi karena dalam dunia kerja kita menginginkan adanya kemajuan juga. Selain target-target ada pula impian, harapan yang ingin dicapai. Misalnya ada yang ingin umroh, naik haji, mendapatkan pekerjaan, mendapatkan jodoh, bisa beli rumah dan lain sebagainya. Ikhtiar-ikhtiar pun diupayakan dan tidak lupa pula menjadikan Allah bersama kita dalam impian kita.
Sebagai hamba Allah SWT kita mengakui atas lemahnya diri ini. Allah SWT yang Maha kuasa, Maha berkehendak, Maha pemberi rezeki dan Maha segala-galanya. Akan sangat rugi jika kita berikhtiar tanpa disertai doa. Mengejar dunia tanpa melibatkan Allah padahal Allah Sang pemilik dunia. Diriwayatkan dari Ibnu Jarir, ketika seorang Arab Badui datang kepada Nabi SAW yang bertanya: "Apakah Tuhan kita itu dekat, sehingga kami dapat munajat/memohon dengan lirih kepada-Nya, atau jauh, sehingga kami harus menyeru-Nya?" Nabi SAW terdiam, hingga turunlah ayat ini sebagai jawaban terhadap pertanyaan itu.
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (Q.S. Al Baqarah, 2:186)
Dalam sighat resmi bahasa Arab ketika ada kalimat wa idzaa sa alaka ‘ibadi (dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku) maka menurut bahasa jawabannya adalah faqul (maka katakanlah wahai Muhammad). Namun, Allah tidak menggunakan sighat ini dalam firman-Nya seraya ingin menunjukkan bahwa Allah begitu dekat dengan hamba-Nya. Seakan-akan Rasulullah SAW sebagai perantara diminta untuk minggir terlebih dahulu, Allah hendak berbicara dengan hamba-Nya yang bertanya. Fa inni qorib, bahwasannya Aku (Allah) adalah dekat. Dekat yang tanpa perantara, dekat yang tanpa sekat.
Jika kita telah memahami betapa dekatnya Allah kepada kita, maka kelanjutannya ialah memenuhi segala perintah Allah dan beriman kepada Allah agar kita senantiasa dalam kebenaran. Allah maha mengabulkan doa kita. Semakin banyak berdoa maka Allah semakin cinta kepada hamba-Nya.
Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina." (Q.S. Al Mu’min,40:60)
Telah menjadi janji Allah untuk mengabulkan segala doa dari hamba-hamba-Nya. Maka janganlah kita terburu-buru mengatakan “doaku tidak dikabulkan”. Allah pasti mengijabah setiap doa dalam pengertian Allah yang paling mengetahui yang terbaik bagi hamba-Nya. Adakalanya doa kita dikabulkan sesuai dengan harapan kita. Ada kalanya pengabulan doa kita di tunda hingga waktu yang tepat. Adakalanya pengabulan doa kita diganti dengan yang takdir yang lebih baik. Ada kalanya permintaan kita disempurnakan rahmatnya untuk kita di akhirat nanti.
Maka berkhusnuzhon (berprasangka baik) kepada Allah harus kita tanamkan dalam hati kita. Apapun ketentuan Allah SWT dari doa-doa kita yang kita panjatkan adalah bernilai kebaikan. Sahabat Umar bin Khatab Ra berkata “Aku tidak khawatir seperti apa dan bagaimana doaku dikabulkan, yang aku khawatir ialah jika Allah mencabut taufik-Nya hingga aku tidak berdoa lagi.”
Maka jangan terburu-buru dalam berdoa. Yang dimaksudkan terburu-buru dalam berdoa adalah meninggalkan adab-adab dalam berdoa. Diantara adab-adab berdoa ialah mengawalinya dengan ta’awudz (memohon perlindungan-Nya), lalu dilanjutkan dengan basmallah (menyebut nama-Nya), lalu dengan hamdallah (memuji-Nya), kemudian bershalawat kepada Rasululah SAW baru memanjatkan doa kepada-Nya. Memposisikan duduk menghadap kiblat juga memahami waktu-waktu diijabahnya doa juga sangat penting karena itupun bagian dari adab berdoa.
Sebagai manusia yang tidak pernah luput dari kesalahan dan dosa, alangkah indahnya jika permintaan yang diminta pertama kali adalah permohonan ampun atas segala dosa baik sengaja maupun tidak disengaja. Meyakini bahwa Allah mengabulkan segala doa dan meminta dengan sungguh-sungguh apa yang kita harapkan seraya memahami diri bahwa tiada daya dan upaya selain dari-Nya.
Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik. (Q.S. Al ‘Araaf, 7:56)
Banyak meminta kepada manusia membuat kita menjadi hina, namun banyak meminta kepada Allah membuat kita makin dicintai-Nya. Dengan sebuah kesadaran bahwa dekatnya seorang hamba kepada Sang pencipta bergantung pada seberapa taat seorang hamba kepada Allah. Bagaimana ia menyambut seruan Allah. Sebagaimana kalimat yang selalu kita ucapkan dalam setiap sholat kita.
Hanya kepadaMu kami menyembah, dan hanya KepadaMu kami meminta pertolongan. (Q.S. Al fatihah, 1:5)
Sehingga inilah yang menjadi perhatian kita bahwa peningkatan ibadah kita, amalan kita tujuannya adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dekat dalam pemahaman bahwa kita hanyalah manusia biasa yang bergantung pada kemahakuasaan Allah SWT. Maka, jangan terburu-buru dalam berdoa sehingga meninggalkan adab-adabnya. Jangan sampai kita mengatakan “doaku tidak dikabulkan”. Karena sesungguhnya doa adalah sarana kita berdekatan kepada Allah SWT dan berdekatan dengan Allah jauh lebih indah dari segala pemberian-Nya. Selamat berdoa. Semoga doa dan harapan kita di tahun ini dikabulkan Allah SWT. Wallahu ‘alam bish shawwab.

2 komentar:

  1. JOIN NOW !!!
    Dan Dapatkan Bonus yang menggiurkan dari dewalotto.club
    Dengan Modal 20.000 anda dapat bermain banyak Games 1 ID
    BURUAN DAFTAR!
    dewa-lotto.name
    dewa-lotto.cc
    dewa-lotto.vip

    BalasHapus